Ketik Yang Ingin Dicari

By On


 Memikirkan masa depan historiografi Indonesia

Buletin kali ini kami mengangkat tema Seminar sejarah nasional. Pada Desember 1957 Kementerian Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan mengadakan Seminar Sejarah. Seminar itu dilaksanakan selama 4 hari di Bangsal Sitihinggil, Universitas Gadjah Mada. Seminar tersebut menjadi Seminar Sejarah Pertama sejak Indonesia diproklamirkan sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Dalam acara tersebut dimaksudkan untuk menghimpun saran-saran sebagai bahan untuk menyusun sejarah Indonesia secara Ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan. Acara tersebut digagas oleh Sarino Mangoenpranoto yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan. Menurut Sarino Mangoenpranoto sejarah adalah salah satu dasar pengajaran yang dapat memberi pendidikan pribadi suatu bangsa. Pendidikan kepribadian suatu bangsa dapat memberikan dasar-dasar kebudayaan dalam kehidupan masyarakat dan akan membentuk suatu identitas masyarakat melalui pengetahuan akan masa lalu. Seminar sejarah 1957 dianggal sebagai tolak awal historiografi Indonesia karena berhasil meletakan dasar-dasar historiografi dan periodisasi sejarah nasional Indonesia. 

Menurut kami tema tersebut menarik untuk diangkat karena Seminar sejarah tersebut sangat penting untuk historiografi Indonesia. Tulisan-tulisan di dalam buletin kali ini berisi penjelasan mendetail tentang Seminar sejarah nasional 1957. Pada buletin ini kami mengajak pembaca untuk memikirkan kembali historiografi Indonesia dan menilik masa depan historiografi Indonesia. Kemudian melihat kembali proses perkembangan historiografi Indonesia yang terus mengalami perkembangan. Salah satu perkembangan dalam historiografi Indonesia adalah perubahan perspektif dari Eropasentrisme ke Indosenstrisme. Dalam tulisan ini juga kami ingin mengajak para pembaca untuk mengapresiasi dan menilik kembali kehidupan para tokoh-tokoh penggagas historiografi Indonesia melalui biografi. Selain itu dalam buletin kali ini juga terdapat artikel sejarah, cerpen, dan puisi. 

Kami berharap tulisan-tulisan dalam buletin edisi pertama ini  akan memberikan manfaat bagi para pembaca dalam menambah wawasan terutama tentang historiografi Indonesia. Kami tentunya menyadari bahwa buletin edisi pertama ini masih sangat banyak kekurangan, karena itu kami mohon maaf atas kekurangan yang ada. Upaya perbaikan akan kami lakukan terus menerus untuk memperbaiki kualitas buletin pada edisi berikutnya. Serta tak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada seluruh kontributor yang telah mendukung buletin edisi kali ini.  Akhir kata selamat membaca, tetap semangat berkarya untuk kita semua.

Penanggung Jawab Flamboyan Dwi Cahyo Pemimpin Redaksi Raihan Risang Anugrah Pratama Editor Irvan Maulana, Artaqi bi Izza Al-Islami Sekretaris Fadhila Husna Asri Bendahara Juwita Panggabean Redaktur Pelaksana Astam Mulyana, M. Eno Al Ikhsan Cover & Illustrator Maytri Zahra Saraswati Raymizard Alifian Firmansyah Layouter Raymizard Alifian Firmansyah

Kontributor: Amos, Raymizard Alifian Firmansyah, Irvan Maulana, Artaqi bi Izza Al-Islami, Juwita Panggabean, Astam Mulyana M. Eno Al Ikshsan, Farras Pradana, Fajar Wahyu Sejati, M. Ichsanudin Adnan.


0 komentar