SANSKERTA EDISI SEPTEMBER 2020

 

Bayang-bayang penyakit sudah ada sejak dimulainya kehidupan pertama manusia. Catatan paling awal tentang wabah penyakit atau sering disebut Pandemi, sudah terjadi sejak zaman Yunani Kuno ketika terjadi Perang Peloponnesia pada 2.430 tahun silam. Tak heran jika kata pandemi pun berasal dari Bahasa Yunani, yakni pan yang berarti semua dan demo yang artinya orang. Disebutkan demikian dirasa tepat karena memang pada masa pandemi seperti sekarang ini, semua orang bisa saja terjangkit penyakit tanpa terkecuali, tanpa pandang bulu dan tidak melihat korbannya. 


Pada dasawarsa ketiga abad ini ini muncul sebuah pandemi yang meluas ke seluruh dunia. Makhluk hidup dengan nama resmi Corona Virus yang menjangkit sekarang ini diperkirakan berasal dari pusat kota Wuhan, Cina.  Cepatnya penyebaran virus yang dinamakan COVID-19 oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) ini membuat beberapa orang untuk kembali ke masa lalu, melihat bagaimana pada jaman yang serba sulit jika dilanda sebuah wabah. Meskipun begitu, tidak sedikit muncul adanya penemuan-penemuan baik dalam bidang teknologi maupun pengetahuan. Bahkan tentang bagaimana penangganan yang dulu dilakukkan, kebijakan yang dijalankan mungkin saja dapat diaplikasikan di masa modern.  Banyak hal yang bisa berubah kala pandemi sedang berlangsung. Oleh karenanya, kami hadir dengan tajuk “Wabah Penyakit Masa Hindia Belanda 1800-1942” sebagai bentuk apresiasi  kepada masyarakat yang telah berjuang memerangi wabah ini.


DOWNLOAD SANSKERTA EDISI SEPTEMBER 2020| Google Drive

Komentar